PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Psikologi BiologisKesehatan Reproduksi

atrofi testis

testicular atrophy

Ringkasan Singkat

Atrofi testis adalah penyusutan ukuran atau hilangnya fungsi testis akibat gangguan suplai darah, cedera, infeksi, atau komplikasi bedah.

Atrofi testis adalah kondisi medis yang ditandai dengan pengurangan ukuran atau hilangnya fungsi organ testis. Hal ini dapat terjadi akibat berbagai faktor fisik seperti penyumbatan suplai darah ke area tersebut, cedera traumatis, infeksi kronis, atau sebagai efek samping dari perbaikan bedah pada hernia inguinalis.

Selain itu, atrofi testis karena tekanan dapat terjadi jika testis gagal turun secara normal dari rongga perut ke dalam skrotum selama masa perkembangan seksual (kriptorkidismus). Jika tidak ditangani, paparan suhu internal tubuh yang tinggi di dalam perut dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan penghasil sperma.

Secara psikologis, kondisi ini sering kali berdampak pada harga diri pria (self-esteem), identitas maskulin, dan dapat menyebabkan kecemasan terkait performa seksual atau masalah infertilitas.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Wein, A. J., et al. (2016). Campbell-Walsh Urology.
  • APA Dictionary of Psychology.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback